SAPA : Perkuat Peran dan Tugas Penyuluh Agama Islam

0
1176
Kasi Urusan Agama Islam dan Binsyar H. Sukri Mondang, Kasubag TU Kemenag. Majene H. Darmawan, Kasi Bimas Islam Kemenag Majene, H. Abdullah serta Ketua Pokjaluhu, Muh. Naim saat pelaksanaan SAPA Penyuluh di Halaman KUA Kec. Malunda. Rabu, 11/7/2018. (Ft. Ach)
Kasi Urusan Agama Islam dan Binsyar H. Sukri Mondang, Kasubag TU Kemenag. Majene H. Darmawan, Kasi Bimas Islam Kemenag Majene, H. Abdullah serta Ketua Pokjaluhu, Muh. Naim saat pelaksanaan SAPA Penyuluh di Halaman KUA Kec. Malunda. Rabu, 11/7/2018. (Ft. Ach)

Majene Inmas–.SAPA (Sarapan bersama penyuluh) adalah sala satu program direktif dari sebelas program unggulan Kementerian Agama yang dilaksanakan secara nasional. Bertujuan untuk memberikan pemahaman penyuluh agama islam terkait peran dan fungsinya di tengah masyarakat. Olehnya itu Kementerian agama Kab. Majene gelar SAPA yang mengangkat  tema : Dengan SAPA Kita Tingkatkan Peran Penyuluh Agama Islam Dalam Menjaga keutuhan NKRI, yang dirangkaikan dengan syukuran dan penggunaan gedung baru Kantor urusan agama Kec. Malunda. Diselenggarakan di halaman KUA Malunda, Rabu, 11/7/2018.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ka. Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulbar yang di wakili oleh Kasi Urusan Agama Islam dan Binsyar, H. Sukri Mondang sekaligus sebagai nara sumber pada kegiatan tersebut, Bupati Majene yang diwakili oleh Camat  Malunda, Ka. Kantor Kementerian Agama Kab. Majene yang diwakili oleh Kasubag. TU H. Darmawan, Kasi Bimas Islam, H. Abdullah. Ketua pokjaluhu Muh. Naim, Kepala KUA, Penyuluh PNS dan NON PNS, Kepala Desa/Lurah se Kec. Malunda Tokoh agama dan masyarakat.

Sebelum Nara memaparkan materinya H. Abdullah selaku Kasi Bimas Islam Kemenag. Kab. Majene sekaligus moderator yang memandu jalannya kegiatan ini memberikan prolog terkait program SAPA. Dalam pengantarnya Beliau menyampaikan bahwa program SAPA penyuluh,  merupakan program unggulan kementerian Agama yang dilaksanakan sampai tingkat kecamatan dengan harapan kepada Penyuluh agama dapat menjalankan tugas dan fungsinya di tengah masyarakat dengan baik. Karena Penyuluh sesungguhnya mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembinaan umat, sebagai perekat dan pemersatu demi terciptanya Kerukunan Antar dan Inter Umat Beragama. Hal tersebut kata beliau merupakan tantangan kepada penyuluh  karena diharapkan  menjadi penyejuk dan perekat di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Majene yang diwakili oleh Kasubag. TU H. Darmawan dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ka. Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulbar yang di Wakili oleh Kasi Urusan Agama Islam dan Binsyar karena telah menghadiri kegiatan ini.

Pada kesempatan tersebut H. Darmawan  menyampaikan apresiasi yang sangat  mendalam terhadap pelaksanaan kegitan ini yang mana di hadiri bukan hanya penyuluh tetapi juga unsur pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Beliau berharap masukan dari semua pihak demi pelaksanaan suksesnya tugas Penyuluh karena PAI adalah ujung tombak Kementerian Agama. Kepada Para Penyuluh baik PNS maupun NON PNS beliau berpesan agar senan tiasa berkoordinasi dengan semua stakeholder untuk  memperkokoh 4 Filar Kebangsaan.

H. Sukri Mondang (Kasi Urusan Agama Islam dan Binsyar) yang mewakili sekaligus menyampaikan pesan singkat Ka. Kanwil Kemanag. Prof sulbar menyampaikan bahwa dimasyarakat kita khususnya di Sulawesi barat telah bermunculan berita hoax yang akan memecah belah umat, adanya paham radikalisme  yang dapat merusak tatanan berbangsa dan bernegara ditambah lagi dengan peredaran obat-obat terlarang yang dapat menghancurkan masa depan generasi kita serta Pedrnikahan dini yang menyebabkan tingginya tingkat perceraian.

Fenomena tersebut terjadi bukan hanya di masyarakat kota tetapi sampai ditingkat desa dan hal ini perlu penanganan yang khusus oleh seluruh stakeholder terkait.

Olehnya itu kata beliau Penyuluh Agama Islam kehadirannya sangat di harapkan untuk dapat memberikan penyegaran bahkan menangkal pengaruh-pengaruh tersebut. Karena  fungsi penyuluh adalah Konsultatif, edukatif dan advokatif.

Pada Kesempatan tersebut H. Sukri Mondang juga menyampaikan bahwa untuk mewujudkan tujuan penyuluh tersebut bahwa oleh penyuluh haruslah memiliki kompotensi yang meliputi, Pengetahuan yang cukup, metodologi dakwah yang mumpuni, mempunyai etika yang baik serta mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan ajaran agama dan aturan perundang-undangan.

H. Abdullah selaku moderator diakhir acara menyampaikan beberapan catatan penting berupa kiat-kiat dalam menjalankan tugas dan fungsi kepenyuluhan yakni, Sebagi penyuluh haruslah memiliki niat yang lurus, menguasai peta dakwah dan memiliki pengetahuan yang memadai.

Selaku Kepala Seksi Bimas Islam beliau berpesan bahwa Kementerian agama oleh pemerintah diberikan amanah untuk mengurusi masalah keagamaan olehnya itu semua ASN lingkup Kementerian agama harus berpijak kepada 5 Budaya Keraja yakni, Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan. (Achmad Dondang).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here