Peringatan Hari Santri Nasional 2018 Tingkat kab. Majene.

0
376
Pelaksannan Sholat Ghoib, Doa dan Istigazah serta Tauziah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2018 ke 4 Tingkat kab. Majene di Mesjid Nurul Hudfa tanjung Batu, Majene.
Pelaksannan Shalat Ghoib, Doa dan Istigazah serta Tauziah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2018 ke 4 Tingkat kab. Majene di Mesjid Nurul Hudfa tanjung Batu, Majene.

Majene (Inmas Majene) –. Ribuan Santri hadiri peringatan  Hari Santri Nasional Ke 4 Tingkat Kabupaten Majene  yang di pusatkan di Mesjid Nurul huda Tanjung Batu, Majene, 22/10/2018.

Peringatan Hari Santri tersebut disamping dihadiri oleh Kepala Kantor (Kementerian) Kab. Majene H. Adnan Nota dan jajarannya serta Ribuan santri/siswa dan guru  dari berbagai Madrasah dan Pondok pesantren  yang ada di Kab. Majene juga  hadir Bupati Majene H. Fahmi Massiara sekaligus melepas peserta Long March sebagai bagian dari prosesi pelaksanaan Peringangata HarI santri Nasional 2018.

Peringatan Hari Santri Nasional untuk kali ini di gelar dalam bentuk ritual yakni  dengan melaksanakan   shalat ghaib, Doa dan Istigazah serta Tauziah yang diawali dengan long march yang di berangkatkan dari Kantor Kemenag Majene menuju Mesjid Nurul Huda Tanjung Batu   sebagai tempat pelaksanaan  puncak peringatan Hari santri.

Kepala Kantor (Kemenag) Majene H. Adnan Nota dalam sambutannya mengatakan bahwa dasar pelaksanaan Hari santri adalah Kepres No. 22 tahun 2015  sekaligus sebagai bentuk pengakuan negara bahwa santri mempunyai peran yang sangat penting dalam berdirinya Republik Indonesia.  Ungkap beliau.

Dikatakan, Hari Santri adalah hari dimana kita mengenang peristiwa bersejarah yang dikenal dengan Resolusi Jihad, dengan mengutip pidato Presiden JOKOWI pada Peresmian Hari Santri Nasional 22/10/2015 di Mesjid Istiqlal yang mengatakan bahwa penetapan hari santri tersebut untuk meneladani semangat jihad Keindonesiaan yang di gelorakan oleh ulama beserta Santri, kata Adnan.

Dijelaskan,   sejarah membuktikan bahwa kehadiran republik ini diawali oleh suara ulama besar kita (22/10/1945) KH. H. Hasyim Asy ‘ari  dengan fatwa “Resolusi Jihad” dengan menyerukan kepada semua umat muslim untuk  mempertahankan kemerdekaan Pasca Proklamasi Kemerdekaan, dengan mengangkat senjata. Sehingga kata Adnan beberapa minggu kemudian setelah  keluarnya fatwa tersebut para pejuang  yang terdiri dari masyarakat dan kaum santri masuk ke surabaya mengadakan perlawanan dan tentara sekutu berhasil di tumpas, ungkap Adnan.

Lebih jauh dijelaskan bahwa berdasarkan fakta sejarah tersebut, santri memegang andil yang sangat besar dalam berdiri dan berlangsungnya negara ini, santri adalah pemilik negeri ini, olehnya itu santri selalu berada di garis terdepan dalam menjaga dan mempertahankan negara, dengan kata lain selama ada santri  keutuhan NKRI dipastikan akan terjaga, tegas Adnan.

Diakhir sambutannya Kepala kantor (Kemenag) Majene menyampaikan selamat Hari Santri Nasional 2018 Ke 4, dengan tema  “Bersama Santri Damaialah Negeri” karena Hanya bersama santri bisa memberikan ketenangan dan  kedamaian, ungkapnya.

Sebelumya, dilaksanakan Sholat Ghoib, Doa dan Istigazah yang dipandu serta dipimpin lansung  oleh KH. H. Ismail Nur,  Pimpinan Pompes Ihyaul ‘Ulum DDI Baruga yang dilanjutkan dengan Tauziah oleh KH.  Hajar Aswadi, Pimpinan Ponpes Darul Hikmah Poniang.

Penulis : Achmad Dondang.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here