Plt. Ka. Kanwil Kemenag Prov. Sulbar Dr. H. Muflih Bahit Fatta, MM Urai Tiga Mantra Menag

0
581
Plt. Ka. Kanwil Kemenag Prov. Sulbar Dr. H. Muflih Bahit Fatta, MM di dampingi Ka. Subbag. TU Kemenag Majene Drs. H. Darmawan, M. Pd.I saat memberikan sambutan pada acara penutupan Rakerda Kementerian Agama kabupaten Majene 2019. Rabu, 13/2/2019.

Majene (Inmas Majene) –. Tiga mantra Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim yang merupakan Pilar utama Kementerian Agama   harus terbangun dan senantiasa digaungkan di tahun 2019 menuju 2020 yakni Moderasi Beragama, Kebersamaan umat dan integrasi Data, baik di tingkat Seksi, satker, Unit Kerja dan Madrasah.

Pesan Menag tersebut  disampaikan Plt. Kepala Kantor Wilayah (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat. Dr. H. Muflih Bahit Fatta, MM  pada  penutupan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kementerian Agama Kabupaten Majene 2019,  berlangsung selama dua hari (12 s/d 13/ 2), di Cape Diaz Majene, diikuti 45  peserta yakni, Kepala Seksi dan  Penyelenggara, Pelaksana Urusan dan staf lingkup Kantor Kementerian Agama Kab. Majene, Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri, Kepala Tata Usaha Negeri, Perwakilan Pondok Pesantren, Pengawas, Penghulu, Penyuluh dan pengurus Dharma wanita Persatuan (DWP) Kantor  Kementerian Agama Kabupaten Majene. Turut Hadir pada penutupan rakerda tersebut Ka. Subbag Inmas Kanwil Kemenag Sulbar, H. Muh. Sahlan, S.Ag bersama Tim Inmas dan Pengurus Dharma wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag sulbar. Rabu, 13/2/2019.

Dr. H. Muflih Bahit Fattah, MM pada kesempatan tersebut mengurai tiga pesan Menag Lukman Hakim yang menjadi mantra untuk di gaungkan di jajaran Kementerian Agama. Mantra  yang pertama kata beliau adalah Moderasi beragama  yakni  bagaimana kita  dapat mengendalikan dan menjaga keseimbangan kehidupan beragama di tengah masyarakat  agar tidak terbawa pada pemahaman keagamaan yang radikal, baik ekstrim kiri maupun ekstrin kanan.

Dikatakan, tugas utama Kementerian Agama baik Penyuluh Agama, Kepala KUA, Kepala Madrasah maupun di internal satker, termasuk Seksi Bimas Islam,  seksi PD Pontren dan Madrasah berkawajiban menggaungkan moderasi beragama dan senantiasa memantau untuk memastikan moderasi beragama terpatri dalam jiwa ASN Kementerian Agama, selanjutnya terinplementasi dan dijabarkan di wilayah kerja maupun lingkungan kita masing – masing, sehingga masyarakat beragama dapat terhinidar dari paham ekstrim yang dapat mengancam kehidupan beragama dan bernegara, ungkap Muflih.

Mantra yang kedua adalah kebersamaan umat. Kebersamaan ditengah masyarakat yang homogen termasuk di Sulawesi Barat sangatlah dibutuhkan untuk membangun harmoni di tengah keberagaman umat. Olehnya itu dibutuhkan komunikasi dan hubungan yang barmoni  baik antar umat beragama, intern umat beragama dan umat beragama dengan pemerintah sehingga tercipta suatu   kehidupan yang rukun, tenteram dan damai. Terkait dengan kerukunan  kata beliau, Provinsi Sulawesi Barat mendapatkan penghargaan kedua terbaik di tingkat nasional  dengan mendapatkan award Harmoni 2019 dari Kementerian Agama Pusat.

Mantra yang terakhir  adalah Integrasi data atau sadar data  karena dalam menentukan sebuah kebijakan yang berkaitan dengan agama dan keagamaan bertumpuh pada data valid yang diberikan sehingga pembaharuan data secara berkala sangat di butuhkan, olehnya itu diharapkan agar Kantor Kementerian Agama Kabupaten hendaknya memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang berbasis data dan terkoneksi secara digital ke semua Kantor Urusan Agama Kecamatan, ungkap Muflih.

Diakhir penyampaiannya beliau berharap agar semua ASN Kementerian Agama khususnya lingkup Kementerian Agama Kab. Majene melakukan perubahan kepada yang lebih baik dengan memunculkan ide dan gagasan yang dapat bermampaat   bagi masyarakat, meningkatkan kompetensi dan kwalitas kinerja dengan berpedoman kepada lima budaya Kerja Kementerian Agama  sehingga dapat berkompetitif secara nasional guna mewujudkan take lain Sulbar maju dan malaqbi’.

Penulis : Achmad Dondang.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here