Penyuluh Agama Gelar Aksi Trauma Healing “Korban Gempa”

0
236
Foto bersama para anggota POKJALUH dengan warga koban bencana gempa pasca pemberian trauma healing (FT IST)

Majene — Sebanyak 15 Penyuluh Agama PNS dan Non PNS dari Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh) Kementerian Agama Majene menggelar aksi trauma healing di tiga titik lokasi pengungsian korban gempa yang menimpa Kecamatan Tubo, Ulumanda dan Malunda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis 4 Februari 2021.

Ketua Pokjaluh Muh Naim mengatakan langkah awal aksi penyembuhan kejiwaan pasca trauma gempa yang dilakukan oleh penyuluh agama, menyisir tiga lokasi pengungsian yakni Dusun Pettaweang Kecamatan Malunda, Bukit Tinggi dan Dusun Sulai Kecamatan Ulumanda dampak dari Gempa yang terjadi di tanggal 14 dan 15 Januari 2021 dengan kekuatan 5,9 dan 6,2 magnitude.

Ketua Pokjaluh, Muh Naim ketika memberikan tausiah keagamaan sebagai langkah pemberian trauma healing bagi korban gempa (FT IST)

Lanjut Naim kegiatan ini dikemas dalam bentuk tausiah keagamaan pembelajaran mengaji dan tadarus Al-Qur’an. Pengorganisasian tugas penyuluh bagi korban gempa mengusung tema “Penguatan Keimanan untuk Ikhlas Menerima Cobaan dan Ujian Sabar serta Bertawakal kepada Allah SWT”.

Lebih jauh Naim yang juga berprofesi sebagai ustadz yang tidak asing lagi di Majene menambahkan bahwa kegiatan trauma healing ini adalah program yang berkelanjutan sebagai tindak lanjut dari surat Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Nomor B.70/DT.III…I/HM.00/01/2021, perihal pelaksanaan bimbingan keagamaan untuk bencana alam yang di ditindaklanjuti oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat yang diteruskan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene yang tersebar di depalan Kecamatan di Kabupaten Majene. (rms/rf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here