Kinerja Buruk, Penyuluh Non PNS Terancam PAW

0
813
Kepala Seksi Bimas Iskam Kemenag. Majene Drs. H. Abdullah, M.SI saat memberikan penjelasan terkait Penerbitan SK PAW Penyuluh Non PNS yang berkinerja buruk
Kepala Seksi Bimas Iskam Kemenag. Majene Drs. H. Abdullah, M.SI saat memberikan penjelasan terkait Penerbitan SK PAW Penyuluh Non PNS yang berkinerja buruk

Majene (Inmas Majene) –. Mengimplementasikan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI tentang petunjuk tekhnis pengangkatan Penyuluh Non PNS lingkup Kementerian Agama, bahwa Penyuluh Non PNS yang berkinerja buruk akan di PAW (Pergantian Antar Waktu), hal tersebut disampaikan Kepala seksi Bimbimgam Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Majene Drs. H. Abdullah, M. SI diruang kerjanya, Rabu, 29/1/2019.

Dikatakan, sebanyak 67 orang  Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS lingkup Kementerian Agama Kabupaten Majene pengangkatan per Januari 2017 yang tersebar di delapan Kecamatan, telah di evaluasi dan dilakukan pemeriksaan dokumen serta  berkoordinasi kepada pihak terkait untuk memastikan kwalitas kinerja Penyuluh Non PNS, ungkap H. Abdullah.

Dijelaskan yang menjadi bahan evaluasi kinerja Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS tersebut adalah masa kerja 2 tahun terakhir (2017 dan 2018). PAW ini menunggu penertbitan Surat keputusan paling lambat  31 Januari 2019 mendatang dan apabila di temukan Penyuluh Non PNS yang terindikasi berkinerja buruk akan segera di PAW dengan indikator penilaian di lihat dari dokumen dan pelaporan kinerja setiap bulan dan mengkroscek langsung ke obyek yang menjadi binaannya.

Proses PAW ini berdasarkan kinerja setiap penyuluh pada setiap Desa/Kelurahan yang dieavaluasi langsung oleh JFU penilai kinerja Penyuluh Non PNS pada Seksi Bimas Islam Kemenag kab. Majene, ungkap beliau

Kasi Bimas Islam H. Abdullah yang sebelumnya menjabat Kasubag TU ini berharap agar tidak ada Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS kita yang terkena PAW, karena dari sejumlah Penyuluh Non PNS yang ada  masih terdapat kekurangan bila dibandingkan dengan kebutuhan satu Desa/Kelurahan satu Penyuluh dari 82 desa/Kelurahan sehimgga terdapat kekurangan 15 Penyuluh.

 Penulis : Achmad dondang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here