Kepala Kantor (Kemenag) Majene berikan materi pada Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Peningkatan Kompotensi Manajerial dan Sosiaokultural bagi Penyuluh KB.

0
368
Ket. Gambar : Kepala Kantor (Kemenag) Majene H. Adnan Nota saat memberikan materi pada Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Peningkatan Kompotensi Manajerial dan Sosiaokultural bagi Penyuluh KB.
Ket. Gambar : Kepala Kantor (Kemenag) Majene H. Adnan Nota saat memberikan materi pada Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Peningkatan Kompotensi Manajerial dan Sosiaokultural bagi Penyuluh KB.

Majene (Inmas Majene) –. Kepala Kantor (Kemenag) Majene H. Adnan Nota berikan materi pada penyelenggaraan Pelatihan dan Pendidikan (DIKLAT) Peningkatan Kompotensi Manajerial dan Sosiaokultural bagi Penyuluh KB. Diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Prov. Sulbar di Hotel Grand aulaih Majene, Kamis,12/9/2018.

H. Adnan Nota dalam materinya yang bertajuk “Revolusi Mental dalam Perspektif Islam” mengatakan bahwa  Revolusi mental menjadi salah satu tema kajian yang cukup menarik dibicarakan, bukan hanya di dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga di bidang sosial, kebudayaan, pendidikan, dan keagamaan.

Dikatakan  “Revolusi” terkait  perubahan yang menyangkut batin, watak, dan karakter bukan bersifat fisik atau tenaga. Sedangkan “Mental” dalam pandangan beliau  sebagai pandangan-pandangan, pengetahuan, nilai-nilai, norma-norma serta aturan-aturan yang dimiliki oleh seorang individu, yang dijadikan kerangka acuan atau pedoman untuk memahami dan mewujudkan perilaku atau tindakan tertentu terhadap lingkungan yang dihadapi”, tegas beliau.

Adnan Nota dengan mengutip pendapat M. Quraish Shihab, yang menyatakan  perubahan masyarakat baru dapat terjadi manakala terpenuhi dua syarat pokok. Pertama , adanya nilai-nilai atau ide. Kedua , adanya pelaku-pelaku yang menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yersebut.

Sehingga dalam perspektif Islam kata beliau perubahan dapat terjadi apabila mengacu pada nilai dan ide dan pelaku-pelaku menyesuaikan diri dengan ide-ide tersebut yakni   Al-quran dan Hadits, ungkap beliau.

Diakhir materi beliau menyampaikan bahwa ASN dalam kondisi kekinian segera merobah paradigma dalam memberi pelayanan yaitu ASN abdi masyarakat dan dapat memberi solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Kegiatan yang digelar  5 s/d 10 September 2018 ini  diikuti oleh tiga kabupaten dalam wilayah Sulawesi Barat yakni Kab. Majene, 12 orang. Kab. Mamasa 10 orang dan Polewali Mandar 8 orang.         (Achmad Dondang).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here