Kemenag Majene lakukan Peninjauan dan Verifikasi Mushallah Nurul Abrar Malunda

0
433
Ket. Ga,bar : Kasubag TU (Kemenag) Majene, H. darmawan, Penyelenggara Syariah Ismu Faqih serta Penyusun standarisasi Kemasjidan Nasrun sat wawancara dan verifikasi kepada jamaah mushallah Nurul abrar Malunda terkait peningkatan status mushallah menjadi mesjid. Rabu, 10/10/2018. (Ft. ach).
Ket. Gambar : Kasubag TU (Kemenag) Majene, H. Darmawan, Penyelenggara Syariah Ismu Faqih serta Penyusun standarisasi Kemasjidan Nasrum saat wawancara dan verifikasi kepada jamaah mushallah Nurul Abrar Malunda terkait peningkatan status mushallah menjadi mesjid. Rabu, 10/10/2018. (Ft. ach).

Malunda (Inmas Majene) –. Permohonan masyarakat  untuk meningkatkan status mushallah menjadi  mesjid yang terletak di Dusun Lombong, Desa Lombong Kec. Malunda, ditindak lanjuti oleh Kantor (Kemenag) Majene  memalui Penyelenggara syariah dengan menurunkan tim untuk melakukan Peninjauan sekaligus memverifikasi, baik sarana dan prasarana, kelengkapan pengurus  dan persyaratan administrasi lain nya, diselenggarakan di Mushallah Nurul Abrar Malunda,  Rabu, 10/10/2018.

Kunjungan Tim Peninjau dan Verifikasi bertujuan untuk menilai apakah mushallah Nurul Abrar layak ditingkatkan statusnya menjadi mesjid atau masih perlu adanya pembenahan untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

TIM tersebut  di samping unsur  Kementerian Agama Kab. Majene yakni Kasubag TU H. Darmawan, Penyelenggara syariah Ismu Faqih dan Nasrum, penyusun standar sertivikasi Kemasjidan juga unsur Dewan Masjid Indonesia yang di hadirii Ketua DMI Kab. Majene H. Zamzir Abu dan sekertaris MUI H. Maszfar Achmad.

Kepala Kantor Kementerian Agama yang diwakili oleh Kasubag TU H. Darmawan dalam arahannya menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada pengurus mushallah Nurul Abrar yang telah menyampaikan permohonan untuk meningkatkan status mushallah menjadi mesjid sehingga Kantor (Kemenag) majene dalam hal ini penyelenggara syariah menindak lanjuti dengan mendatangkan Tim Peninjau dan Verifikasi, ungkapnya.

Dikatakan, untuk meningkatkan status mushallah menjadi mesjid sehingga dapat dijadikan tempat pelaksanaan shalat jumat, pihak panitia pembangunan membuat permohonan tertulis yang di tujukan kepada Kantor Kemenag dengan melampirkan beberapa hal yang menjadi persyaratan sesuai dengan mekanisme dan  ketentuan yang berlaku serta yang paling penting dari serangkaian persyaratan tersebut       kata beliau, status lokasi Mushallah telah menjadi tanah wakaf sehingga dari segi legalitas layak  ditingkatkan menjadi mesjid, ungkap beliau.

Darmawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Bimas Islam juga menyampaikan bahwa dalam pembinaan rumah ibadah, diperhatikan tiga hal, pertama Idara, yakni terkait dengan pengelolaan mesjid dengan menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan sesama pengurus mesjid dan jamaah, kedua Imarah yakni menjaga kemakmuran mesjid dengan memamfaatkan sesuai dengan fungsinya dan yang ketiga  Riayah kenyamanan jamaah ketiaka berada dimesjid. Tegas beliau.

Lebih Jauh beliau menyampaikan bahwa, dengan perubahan status dari musshallah/langgar menjadi mesjid diharapkan fungsi rumah ibadah (mesjid) bisa lebih meningkatkan kwalitas hidup masyarakat disekitar mesjid tersebut, baik dari sisi kehidupan keagamaan maupun sosial kesejahteraannya, harap H. Darmawan. Senada dengan hal tersebut Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Majene

Masfar Achmad pada kesempatan tersebut berpesan kepada Pengurus dan jamaah mesjid Nurul Abrar untuk senantiasa memakmurkan mesjid dengan menjadikan mesjid sebagai pusat kegiatan keagaman baik Shalat berjamaah, pengajian, majelis Taklim dan kegiatan sosial lainnya, harap masfar.

Sementara Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kab. Majene H. Zamzir Abu mengapresiasi kebersamaan masyarakat lombong dengan kemampuan yang terbatas dapat membangun sebuah musallah yang sebesar ini dengan fasilitas yang memadai sehingga sebagai Ketua Dewan Mesjid tidak ada alasan untuk tidak mengabulkan keinginan masyarakat Lombng untuk meningkatkan status mushallah ini menjadi Mesjid Nurul Abrar, ungkap beliau.

Sebelum kegiatan ini berakhir Penyelenggara syariah Ismu Faqih di dampingi Nasrum, Penyusun Standarisasi Kemasjidan Kantor (Kemenag) Mjn didepan puluhan jamaah Musallah Nurul Abrar, Pemerintah desa, tokoh agama dan  masyarakat melakukan wawancara untuk memverifikasi kebenaran data yang sebelumnya telah dilaporkan ke Kantor kementerian Agama Kab. Majene.

Penulis : Achmad Dondang.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here