Kakan Kemenag Majene Tutup DIKLAT Revolusi Mental

0
376
Kakan Kemenag Majene memberikan arahan sat penutupan DDWK Revolusi Mental di aula Kemenag Majene, 28/9/2018. (Ft. Ach).
Kakan Kemenag Majene memberikan arahan sat penutupan DDWK Revolusi Mental di aula Kemenag Majene, 28/9/2018. (Ft. Ach).

Majene (Inmas Majene) –. Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK)  Revolusi Mental bagi guru Madrasah dalam wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Makassar dimulai Senin, 24/9/2018 resmi ditutup  Jumat (28/9) oleh Kakan. Kemenag Kab. Majene  di aula Kantor Kemenag Majene. Jumat, 30/9/2018.

Kegiatan tersebut disamping di hadiri oleh Kakan (Kemenag) Majene Dr. H. Adnan Nota, MA dan Kasi Pendidikan Madrash Drs. Muhammad Djufri, M.Pd juga dihadiri oleh panitia pelaksana RM BDK Makassar Darwis Suyuti, SE, MM dan Maulana, S, Sos, M.Pd, sebagai Widyaiswara BDK Makassar serta diikuti puluhan peserta Diklat Revolusi Mental yang merupakan utusan dari berbagai Madrasah untuk semua tingkatan, baik Negeri maupun Swasta Se- Kabupaten Majene.

Kakan (Kemenag) Majene H. Adnan Nota sebelum menutup Diklat ini menyampaikan  ucapan terimah kasih kepada panitia pelaksana dan Widyaisawara BDK Makassar  yang telah memberikan ilmu dan pencerahan kepada peserta khususnya terkait mentalitas dan budaya kerja baik sebagai  pendidik maupun  ASN serta apresiasi yang mendalam kepada peserta atas kesungguhannya mengikuti diklat, semoga ilmu dan pemahaman terkait revolusi mental  dapat diaplikasikan  bahkan  menjadi  tanggung jawab peserta Diklat untuk menteransfer  ilmu yang di dapatkan baik ditengah masyarakata maupun di lingkungan kerjanya masing-masing, harap beliau.

Dikatakan yang menjadi sentral dari permasalahan kebangsaan di republik ini, ada pada persoalan mental, “banyak orang cerdas bicaranya tetapi sampai tatanan aplikatif tidak dapat direalisasikan. Olehnya itu   Revolusi mental mutlak di butuhkan, tegas beliau.

Lebih jauh dijelaskan  ciri ASN yang bermental baik adalah apapun yang dilakukan selalu menghasilkan sesuatu tindakan yang mempunyai efek  positif, hasil dari tindakan tersebut menunjukkan suatu karakter sekaligus spririt untuk melakukan sesuatu yang bermamfaat secara berulang-ulang. Dengan mengutip pandangan ariestoteles yang berhubungan dengan mental  “anda adalah apa yang telah dilakukan secaras berulang-ulang baik tindakan positif maupun negatif  Itulah karakter diri anda”, ungkap Adnan.

Diakhir arahannya Adnan Nota menyampaikan bahwa diklat revolusi mental ini sangat dibutuhkan guna percepatan peningkatan kinerja sesuai dengan target  2018 adalah tahun prestasi. olehnya itu beliau meminta kepada BDK  Makassar agar jajaran  Kementerian Agama Kab. Majene masih diberikan kesempatan mengikuti DDWK yang serupa, harap beliau.

Penulis : Achmad Dondang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here