Adnan Nota : Lembaga Keagamaan sebagai Pilar Pemersatu Bangsa

0
487

Majene (Inmas Majene) –. Suatu Realitas sejarah Bahwa berdirinya Negara Republik Indonesia merupakan perjuangan dari Tokoh Agama. Demikian penyampaian Kepala Kantor (Kemenag) Majene Dr. H. Adnan  Nota, MA. saat memberikan materi pada Acara Silaturrahmi Lembaga Keagamaan, diselenggarakan oleh  Pelaksana Sub Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Majene, bertempat di Wisma Yumari, Jum’at, 2/11/2018.

Dikatakan, Struktur masyarakat Indonesia adalah sebuah realita adanya kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat istiadat serta perbedaan-perbedaan baik agama, adat istiadat dan suku  kedaerahan yang disebut sebagai masyarakat majemuk atau pluralis, oleh karena itu perlu adanya lembaga sebagai wadah membangun kebersamaan kelompok-kelompok (agama) yang berbeda-beda untuk menghadapi masalah secara bersama-sama, jelas beliau.

Disebutkan,  empat fungsi lembaga keagamaan yang di bangun  agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia yakni berfungsi sebagai wadah percerdasan ummat, meraih kesejahteraan lahir bathin,  Sebagai wadah membangun mitra dengan pemerintah serta Sebagai wujud peran dalam membangun bangsa dan Negara, unkapnya.

Diakhir Materinya Adnan Nota yang juga pimpinan Pompes Al-Kalam Kanang Polman di depan tokoh agama dari berbagai lembaga keagagamaan dan ratusan peserta berharap agar agama dan Lembaga Keagamaan khususnya yang ada di Kab. Majene menjadikan Lembaga Keagamaan  sebagai perekat sosial (intern, antar umat beragama dan pemerintah), sebagai pemberi arti kehidupan, sebagai sumber nilai, sebagai faktor kontrol sosial, dan sebagai pendorong perubahan sosial, harap beliau.

Kegiatan yang bertemakan “Silaturrahmi Sebuah Keniscayaan dalam Memperkokoh kehidupan berbangsa demi Keutuhan NKRI” tersebut  mendaulat Kepala Kantor Wilayah (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat H. Muhdin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Majene H. Adnan Nota dan Ketua FKUB Kab. Majene H. Mansyur sebagai Nara suber, dengan Moderator Drs. H. Darmawan, M.Pd.I, M. Dainur, SH  dan Nurfajriah Arif.

Sebelumnya Ketua Panitia, Drs. H. Hasri Hanafi, M.Pd. melaporkan bahwa latar belakang pelaksanaan kegiatan ini adalah sehubungan dengan kompleksitas masalah sosial yang diboncengi isu SARA yang marak terjadi dimasyarakat, hal tersebut terjadi karena pemeluk agama  belum memahami dan menghayati ajaran agama yang dianutnya dengan utuh, sementara sesungguhnya dalam ajaran agama terdapat mutiara yang harus di pelihara yakni setiap agama mengajarkan kedamaian, ketenangan, cinta dan kasih sayang terhadap sesama, jelas Hasri Hanafi.

Dilaporkan pula bahwa peserta kegiatan ini berjumlah 100 orang,  terdiri dari unsur pengurus MUI, Agama Kristen (GPIB), Agama Kristen Katolik, Agama Khohucu, Pengurus FKUB, PC. NU, PD Muhammadiyah, PD DDI, Pengurus Baznas,  PD DMI, BKPRMI, BKMT, Unsur POKJAWAS dan Tokoh agama  Kecamatan  Se – Kabupaten Majene.

Penulis : Achmad Dondang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here